
Indeks dolar (DXY) melemah Jumat lalu, ketika investor menantikan pertemuan Federal Reserve (The Fed) pekan ini, dimana para pembuat kebijakan secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga. DXY melemah -0.08% pada 98.986 tidak jauh dari titik terendah lima minggu pada 98.765 yang tercatat pada Kamis lalu.
Pasar kini memasang probabilitas hamper 90% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga dalam rapat regulernya, dengan kemungkinan dua pemangkasan tambahan tahun depan, menurut data dari LSEG. Melemahnya dolar didorong oleh data tenaga kerja AS yang "lunak" serta komentar pejabat bank sentral yang condong dovish. DXY diperkirakan dalam range 98.800 - 99.100.
Beberapa bank sentral utama selain The Fed diantaranya Reserve Bank of Australia (RBA) hari Selasa. Bank of Canada (BOC) hari Rabu, dan Kamisnya ada Swiss National Bank (SNB).
EURUSD menguat secara mingguan dengan berada level tertingginya dalam tujuh minggu. Selama sepekan terakhir pergerakan dari rivalitas seperti Euro, Pound dan Yen kompak mengalami penguatan. EURUSD terlihat kembali lanjutkan penguatan sebesar +0.39% ke level $1.16409.
GBPUSD juga terlihat bertambah sebanyak +0.80% ke level $1.33299. Yen juga ikut menguat, dimana USDJPY terlihat terkoreksi sebesar -0.51% ke level 155.337 per dolar. AUDUSD yang pertahankan area $0.66000, diperkirakan uji kembali $0.67000, seiring RBA di meeting Selasa tidak merubah ratenya.
Harga emas XAUUSD terlihat tertekan sebesar -0.50% ke level $4.197. Pelemahan emas kalau dilihat dari data Open Interest dan Volume di dorong ke aksai profit taking yang menyebabkan harga emas sedikit terkoreksi. Berbeda dengan silver XAGUSD yang kembali lanjutkan penguatan sebesar +3.49% ke level $58.36.
Awal pekan ini range XAU masih terjaga pada support $4.180 dan tertinggi $4.255. Peluang kenaikan bila bertahan di atas $4.260 dengan ruang pengujian $4.280 dan $4.300. Sementara XAG diperkirakan buka ATH baru di atas $60.00.
Harga minyak dunia sedikit naik dan menyentuh level tertinggi dalam dua minggu pada penutupan perdagangan di akhir pekan. Dalam sepekan catat penguatan +2.84 di $60.13 per barel.
Kenaikan ini dipicu salah satunya oleh sikap investor yang saat ini sedang mencermati laporan inflasi AS untuk memperkirakan langkah The Fed. Pemangkasan suku bunga umumnya mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan kebutuhan energi. Range sepekan depan pada $60.00 - $61.50.
Selama sepekan terakhir indeks saham AS kompak bergerak menguat. Dow Jones menguat sebesar +0.56% ke level 48009. S&P 500 juga bertambah sebanyak +0.32% ke level 6879. Nasdaq juga menguat sebesar +0.98% ke level 25735. Penguatan indeks saham AS ditopang oleh data Core PCE Price Index MoM yang stabil di level 0.2% dan ekspektasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps pada pekan ini. Begitu pun dengan kinerja indeks Nikkei dan Hang Seng yang bergerak positif awal pekan.
NZDUSD
BUY : 0.57740
S/L : 0.57470
TP : 0.57990
AUDUSD
BUY : 0.66360
S/L : 0.66120
TP : 0.66590
USDJPY
SELL : 155.290
S/L : 155.710
TP : 154.900
XAUUSD
BUY : 4208.00
S/L : 4178.00
TP : 4234.00
NIKKEI
BUY : 50675
S/L : 50320
TP : 51000
HANGSENG
BUY : 26130
S/L : 25980
TP : 26280